MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM 2 “SERIES 2″

NAMA : LOUISE ESTER GEOVANNI S
NPM : 11108158
KELAS : 2 KA 21
JURUSAN : SISTEM INFORMASI
FAKULTAS : ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Tuhan YME, karena dengan rahmat dan karuniaNya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………. i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………. ii

BAB V
I. PENDAHULUAN …………………………………………………………………… 1
A. PRODUSEN ………………………………………………………………… 1
B. FUNGSI PRODUKSI ………………………………………………….. 1
C. FUNGSI PRODUKSI DENGAN SATU FAKTOR PRODUKSIVARIABEL …….. ……………………………………… 4
II. PRODUKSI OPTIMAL …………………………………………………………… 5
III. KOMBINASI DUA INPUT DENGAN BIAYA TERENDAH …….. . 6
LATIHAN SOAL ……………………………………………………………………………. 8
KUNCI JAWABAN V ……………………………………………………………………… 11
BAB VI
A. PENGERTIAN DAN MACAM –MACAM ONGKOS ……. 12
B. ONGKOS JANGKA PANJANG …………………………………… 13
C. KURVA ONGKOS JANGKA PANJANG ……………………… 14
D. KURVA ONGKOS RAT-RATA …………………………………… 15
LATIHAN SOAL …………………………………………………………………………….. 17
KUNCI JAWABAN VI …………………………………………………………………….. 20
BAB VII
A. PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS PENERIMAAN ……….. 21
B. JENIS-JENIS PENERIMAAN ………………………………………. 21
C. KEUNTUNGAN MAXIMUM ………………………………………. 22
LATIHAN SOAL ………………………………………………………………………………. 26
KUNCI JAWABAN BAB VII ……………………………………………………………. 28
BAB VIII
A. PENGERTIAN PASAR …………………………………………………. 29
B. BENTUK PASAR ………………………………………………………… 30
1. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA ……………………….. 30
2. PASAR MONOPOLI ………………………………………………. 31
LATIHAN SOAL ……………………………………………………………………………… 33
KUNCI JAWABAN BAB VIII …………………………………………………………… 36
BAB IX
A. PASAR TIDAK SEMPURNA ………………………………………. 37
B. PASAR OLIGOPOLI …………………………………………………… 39
LATIHAN SOAL …………………………………………………………………………….. 41
KUNCI JAWABAN BAB IX …………………………………………………………….. 43
PENUTUP ………………………………………………………………………………………. iii
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………….. iv

BAB V

PERILAKU PRODUSEN

I. PRODUSEN DAN FUNGSI PRODUKSI

A. Produsen

Produsen dalam ekonomi adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen.

B. Fungsi Produksi

Seorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan :

1) berapa output yang harus diproduksikan, dan
2) berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan

Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar :

1) Bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum,
2) Bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.

Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk.
Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:
Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn) ; dimana Y = tingkat produksi (output) yang
dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang
digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya bisa menjelaskan bahwa produk yang
dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bisa
memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor
produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:

a) Y = a + bX ( fungsi linier)
b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)
c) Y = aX1 bX2 cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.

Dalam teori ekonomi, sifat fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut : The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang). Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.
Di bawah ini diberikan satu misal dengan angka-angka hipotetis untuk menunjukkan sifat fungsi produksi seperti yang dinyatakan dalam The Law of Diminishing Returns (Tabel 5.1).

Tabel 5.1.
Hubungan antara faktor produksi dan produk dengan bentuk
kombinasi increasing returns dan decreasing returns
Faktor Produksi
(X) (satuan) Tambahan Faktor
Produksi (satuan) Produk (Y)
(satuan) Produk Marginal
(satuan) Produk rata-Rata
(satuan)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1

1

1

1

1

1

1

1

1

20

50

90

140

180

210

232

240

238

234

30

40

50

40

30

22

8

-2

-4
20

25

30

35

36

35

33

30

26

23

Hubungan produk dan faktor produksi yang digambarkan di atas mempunyai lima sifat yang perlu diperhatikan, yaitu :

(1) Mula-mula terdapat kenaikan hasil bertambah ( garis OB), di mana produk marginal
semakin besar; produk rata-rata naik tetapi di bawah produk marginal.

(2) Pada titik balik (inflection point) B terjadi perubahan dari kenaikan hasil bertambah
menjadi kenaikan hasil berkurang, di mana produk marginal mencapai maksimum (titik B’); produk rata-rata masih terus naik.

(3) Setelah titik B, terdapat kenaikan hasil berkurang (garis BM), di mana produk marginal
menurun; produk rata-rata masih naik sebentar kemudian mencapai maksimum pada titikC’ , di mana pada titik ini produk rata-rata sama dengan produk marginal. Setelah titik C’produk rata-rata menurun tetapi berada di atas produk marginal

(4) Pada titik M tercapai tingkat produksi maksimum, di mana produk marginal sama
dengan nol; produk rata-rata menurun tetapi tetap positif.

(5) Sesudah titik M, mengalami kenaikan hasil negatif, di mana produk marginal juga negative; produk rata-rata tetap positif.

Dari sifat-sifat tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan produksi seperti yang dinyatakan dalam The Law of Diminishing Returns dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
(1) produksi total dengan increasing returns,
(2) produksi total dengan decreasing returns, dan
(3) produksi total yang semakin menurun.

C. Fungsi Produksi Dengan Satu Faktor Produksi Variabel
Fungsi produksi dengan satu faktor produksi adalah hubungan antara tingkat
produksi dengan satu macam faktor produksi yang digunakan , sedangkan faktor-faktor
produksi yang lain dianggap penggunaannya tetap pada tingkat tertentu (ceteris paribus).
Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan :
Y = f (X1/ X2, X3, ….., Xn)
Fungsi ini dibaca : produk Y adalah fungsi dari faktor produksi X1, jika faktor-faktor
produksi X2, X3, ……, Xn ditetapkan penggunaannya pada suatu tingkat tertentu. Jadi, satusatunya faktor produksi yang dapat diubah jumlah penggunaannya adalah faktor produksi X1.
Di dalam mempelajari fungsi produksi terdapat tiga ukuran penting yang perlu
diperhatikan, yaitu (1) Produk Total (PT), (2) Produk Rata-Rata (PR), dan (3) Produk
Marjinal (PM). Produk Total adalah tingkat produksi total ( = Y , dalam fungsi produksi
diatas). Produk Rata-Rata adalah hasil rata-rata per unit input variabel ( = Y/X). Produk
Marjinal adalah tambahan output yang dihasilkan dari tambahan satu unit input variable
(Y/X atau Y /X). Untuk menganalisis fungsi produksi tersebut perlu dipahami kurve- kurve yang berkaitan dengan ketiga ukuran di atas, yaitu :

(1) Kurve Produk Total (KPT) atau Total Physical Product Curve (TPP) yaitu kurve yang
menunjukkan tingkat produksi total (=Y) pada berbagai tingkat penggunaan input
variabel.
(2) Kurve Produk Rata-Rata (KPR) atau Average Physical Product Curve (APP), yaitu kurve yang menunjukkan hasil rata-rata per unit input variabel pada berbagai tingkat
penggunaan input tersebut.
(3) Kurve Produk Marginal (KPM) atau Marginal Physical Product Curve (MPP), yaitu
kurve yang menunjukkan tambahan output (Y) yang disebabkan oleh penggunaan
tambahan satu unit input variabel.

II. PRODUKSI OPTIMAL
Konsep efisiensi dapat dipandang dari dua aspek, yaitu dari aspek teknis dan dari aspek ekonomis. Konsep efisiensi dari aspek teknis dinamakan konsep efisiensi teknis. Efisiensi teknis maksimum dicapai pada saat dicapai produk rata-rata maksimum. Tingkat
pemakaian faktor produksi yang menghasilkan produk rata-rata maksimum, secara teknis
dipandang sebagai tingkat produksi optimum.
Untuk menentukan tingkat efisiensi dan produksi optimum secara teknis ini cukup dengan diketahuinya fungsi produksi. Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum.Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, yaitu rasio harga harga input-output. Secara
matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan () dapat ditulis :
= PY.Y – Px.X,
di mana Y = jumlah produk; PY = harga produk; X = faktor produksi; Px = harga faktor
produksi. Agar supaya mencapai maksimum maka turunan pertama fungsi tersebut harus
sama dengan nol atau dapat ditulis sebagai berikut :
dπ dy
= Py. – Px = 0
dX dx

Jadi jelaslah bahwa untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep
efisiensi ekonomis diperlukan dua syarat, yaitu:

(1) Syarat keharusan (necessary condition) : hubungan teknis antara produk dan faktor
produksi atau fungsi produksi;

(2) Syarat kecukupan ( sufficiency condition) : nilai produk marginal dari faktor produksi
yang dipakai harus sama dengan harga satuan faktor produksi itu

III. KOMBINASI DUA INPUT DENGAN BIAYA TERENDAH
Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang
memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama X2.P2 > X1.P1 maka penggantian X2 oleh X1 masih menguntungkan. Biaya sudah mencapai minimum apabila X2 . P2 = X1.P1 atau X2 / X1 = P1/P2 atau MRTS X1X2 = P1/P2.
Dengan demikian untuk menentukan kombinasi dua input dengan biaya terendah
diperlukan dua syarat :
(1) isoquant untuk tingkat output yang dikehendaki dan daya substitusi marginal antara
kedua input harus diketahui (syarat keharusan), dan
(2) daya substitusi marginal dari X1 untuk X2 ( MRTSX1X2) harus sama dengan rasio harga
X1 dan harga X2 (syarat kecukupan) atau MRTSX1X2 = P1/P2 atau PMX1/PMX2 = P1/P2
atau PMX1/P1 = PMX2/P2.

Dalil least cost combination ini ternyata berhubungan erat dengan dalil produksi
optimum( dalil keuntungan). Hubungannya adalah sebagai berikut :

Least Cost Combination : ∆X2 = P1
∆X1 P2
Bila sisi kiri persamaan ini dikalikan dengan ∆Y persamaan tersebut tidak berubah.
∆X
Dengan demikian dalil least cost combination merupakan sisi kiri dari persamaan dalil
keuntungan. Persoalan least cost combination dapat pula diselesaikan dengan menggunakan grafik Titik singgung P antara isocost dan isoquant merupakan titik kombinasi optimum, karena pada titik itu terpenuhi syarat kecukupan, yaitu dimana daya substitusi marginal dari X1 untuk X2 sama dengan perbandingan harga-harga X1 dan X2.
Apabila diketahui fungsi produksinya, persoalan least cost combination dapat
diselesaikan secara matematis. Misalkan diketahui fungsi produksi sebagai berikut:
Y = X12 X23

LATIHAN SOAL

1. “ Berapa output yang harus diproduksi” merupakan tujuan dari Proses……..
a. Konsumsi
b. Distribusi
c. Produksi
d. Penawaran
e. Cost

2. Suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk disebut dengan…..
a. Fungsi Konsumen
b. Fungsi Produksi
c. Fungsi Produsen
d. Fungsi Least Cost Combination
e. Fungsi Pasar

3. Kurve yang menunjukkan hasil rata-rata per unit input variabel pada berbagai tingkat
penggunaan input disebut……
a. Kurve Produk Total
b. Kuve Produk Rata-rata
c. Kurve Marginal
d. Kurve Produk Produsen
e. Kurve Produk Konsumen

4. (1) Produksi total dengan increasing returns
(2) Produksi total yang semakin meningkat
(3) Produksi total yang semakin menurun.
(4) Produksi total memenuhi rata-rata
Dari pernyataan diatas manakah yang termasuk dalam tahap The Law of Diminishing Returns …
a. (1),(2), dan (3)
b. (1), dan (3)
c. (2), dan (4)
d. (4)
e. (1), (2), (3), dan (4)

5. Tambahan output yang dihasilkan dari tambahan satu unit input variable
Disebut….
a. Produk Rata-rata
b. Produk Total
c. Produk Marginal
d. Produk Least Cost Combination
e. Produk Kombinasi

6. Nilai produk marginal dari faktor produksi yang dipakai harus sama dengan harga satuan faktor produksi itu adalah……
a. Syarat Keharusan
b. Syarat Kecukupan
c. Syarat Mutlak
d. Syarat Produksi
e. Syarat Ekonomi
7. Titik singgung P antara isocost dan isoquant disebut…..
a. Titik kombinasi
b. Titik Kombinasi Minimum
c. Titik Kombinasi Optimum
d. Titik Kombinasi Cost
e. Titik Kombinasi Equivalen
8. Manakah Rumus yang digunakan untuk Least Cost Comination adalah…..
a. ∆X = P1
∆Y P2
b. ∆Y = P2
∆X P1
. c. ∆Y = P1
∆X P2
d. ∆X = P2
∆Y P1
e. Semua Salah
9. Kurve yang menunjukkan tingkat produksi total (=Y) pada berbagai tingkat penggunaan input variable disebut……
a. Kurve Produk Total
b. Kuve Produk Rata-rata
c. Kurve Marginal
d. Kurve Produk Produsen
e. Kurve Produk Konsumen

10. Terjadi perubahan dari kenaikan hasil bertambah menjadi kenaikan hasil berkurang,dimana produk marginal mencapai maksimum (titik B’); produk rata-rata masih terus naik pada saat….
a. Kurva rata-rata
b. Kurva Total
c. Titik balik
d. Titik Marginal
e. Titik Least Cost Combination

KUNCI JAWABAN BAB V

1. C
2. B
3. B
4. B
5. C
6. B
7. C
8. A
9. A
10. C

BAB VI

ONGKOS DAN PENERIMAAN

I. PENGERTIAN DAN MACAM – MACAM ONGKOS

A. Pengertian dan Macam – macam Ongkos Produksi
Tindakan pertama bagi seorang pengusaha dalam mendirikan suatu perusahaan adalah menentukan/memilih bentuk organisasinya, apakah berbentuk perusahaan perorangan, persekutuan atau kooperatif; selanjutnya menentukan tujuan pokok organisasi, agar dapat memperoleh keuntungan, baru kemudian melihat kepada bentuk pasar.
Dan untuk membuat keputusan perusahaan yang benar, maka pengusaha harus melihat kepada total penerimaan dan ongkos, jika keliru dalam melakukan penafsiran kedua hal tersebut, maka perusahaan akan membuat keputusan yang dapat merugikan. Didalam pemakaian faktor produksi untuk memproduksi suatu jenis barang sangat tergantung kepada produktivitas, harga dan waktu yang tersedia bagi perusahaan.
Sehubungan dengan waktu yang tersedia bagi suatu perusahaan tersebut untuk menghasilkan suatu output tertentu dapat dibedakan menjadi tiga periode waktu, yaitu:
a) The Market Period
b) The Short Run Period
c) The Long Run Period

Pengertian ketiga waktu ini telah dibahas pada Bab. III, Pada Short Run, faktor produksi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1) Fixed factor, yaitu faktor-faktor produksi yang tetap digunakan dalam setiap proses produksi.
2) Variable Factor, yaitu faktor-faktor produksi yang sifatnya berubah dapat ditambah/dikurangi dalam setiap kali proses produksi.
3) The Long Run Period, yaitu suatu keadaan dimana jumlah barang yang dapat ditawarkan dipasar tidak terbatas, dapat ditambah terus sebanyak kebutuhan, maka seluruh faktor produksi bersifat variabel faktor.
Secara sederhana pengertian diatas dapat ditulis sebagai berikut :
TC = FC + VC AFC = FC : Q MC = TC1 – TCO
AVC = VC : Q ATC = TC : Q
B. Ongkos Jangka Panjang
Ciri dasar daripada jangka waktu panjang (Long Run) adalah dimana pengusaha tidak memiliki ongkos tetap, semua ongkos adalah merupakan variabel cost/berubah atau tidak tetap, karena semua faktor produksi bersifat variabel faktor tidak ada yang bersifat fixed factor dalam jangka waktu panjang.
The long run avarage cost curve (LRAC) adalah suatu kurva yang memperlihatkan ongkos rata-rata minimum dari masing-masing tingkat output.

C. KURVA ONGKOS JANGKA PENDEK

D. KURVA ONGKOS RATA-RATA
Kurva ongkos setiap unit atau kurva ongkos rata- rata menunjukkan informasi
yang sama dengan kurva total ongkos, tetapi dalam bentuk yang berbeda. Kurva ongkos rata-rata adalah terdiri dari kurva ongkos tetap rata-rata (Average Fixed Cost), Kurva Variable rata-rata(Average variable Cost), Kurva Biaya Marginal.

LATIHAN SOAL
1. Dimana pengusaha tidak memiliki ongkos tetap, semua ongkos adalah merupakan variabel cost/berubah atau tidak tetap, karena semua faktor produksi bersifat variabel faktor tidak ada yang bersifat fixed factor dalam jangka waktu panjang merupakan ciri-ciri dari…..
a. Ongkos
b. Ongkos Jangka Panjang
c. Ongkos rata-rata
d. Ongkos marginal
e. Ongkos maximum
2. Faktor-faktor produksi yang tetap digunakan dalam setiap proses produksi disebut…..
a. Variable Factor
b. The Market Period
c. The Short Run Period
d. The Long Run Period
e. Fixed factor
3. Kurva dibawah ini merupakan kurva……

a. Kurva Ongkos Jangka Panjang
b. Kurva Ongkos Jangka Pendek
c. Kurva Ongkos
d. Kurva Marginal
e. Kuva rata-rata
3. Suatu keadaan dimana jumlah barang yang dapat ditawarkan dipasar tidak terbatas, dapat ditambah terus sebanyak kebutuhan, maka seluruh faktor produksi bersifat variabel faktor disebut…
a. The Market Period
b. The Short Run Period
c. The Long Run Period
d. Variable Factor
e. Fixed Factor
5. Suatu kurva yang memperlihatkan ongkos rata-rata minimum dari masing-masing tingkat output disebut…’
a. The long run avarage cost curve
b. The Long Run Period
c. Variable Factor
d. Fixed Factor
e. The Market Period
6. Yang Termasuk Kurva ongkos adalah kecuali……
a. kurva ongkos tetap rata-rata
b. Average Fixed Cost
c. Kurva Variable rata-rata
d. Kurva Biaya Marginal
e. Kurva Ongkos Jangka Panjang
7. Tindakan pertama bagi seorang pengusaha dalam mendirikan suatu perusahaan adalah…….
a. menentukan/memilih bentuk organisasinya
b. memperoleh keuntungan
c. memasarkan produk
d. mencari karyawan
e. mencari temapat / kantor
8. Kurva dibawah ini merupakan kurva….

a. rata-rata
b. ongkos
c. ongkos jangka panjang
d. marginal
e. ongkos total
9. TC = FC + VC AFC = FC : Q Rumus disamping ini merupakan rumus dari….
b. ongkos
c. The Long Run Period
d. ongkos jangka panjang
e. Kurva Variable rata-rata
f. Kurva Biaya Marginal
10. Yang merupakan Periode ongkos :
1) The Market Period 2) The Short Run Period
3) The Long Run Period 4) The Speed Period
a. 1,2, dan 3 d. 2 dan 4
b. 1, dan 4 e. 4
c. 1,2 ,3, dan 4
KUNCI JAWABAN BAB VI
1. B
2. E
3. A
4. D
5. A
6. E
7. A
8. A
9. B
10.A

BAB VII

ONGKOS DAN PENERIMAAN

I. PENGERTIAN DAN JENIS – JENIS PENERIMAAN
A. Pengertian dan Jenis Penerimaan
Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).
Ongkos sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka yang dimaksud dengan penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan sejumlah output atau dengan kata lain merupakan segala pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan hasil dari penjualan hasil produksinya.
Hasil total penerimaan dapat diperoleh dengan mengalikan jumlah satuan barang yang dijual dengan harga barang yang bersangkutan atau
TR = Q x P
B. Jenis-jenis Penerimaan
1) Total penerimaan (Total revenue : TR), yaitu total penerimaan dari hasil penjualan.Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual.
Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).
2) Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.
3) Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output.
Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal.
Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :
2. Positif;
3. Sama dengan nol;
4. Negatif.
C. KEUNTUNGAN MAXIMUM
Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai berikut :
1. Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimun.
2. Keuntungan maksimun terjadi pada saat MR = MC.

Dari tabel diatas menunjukan bahwa keuntungan maksimun adalah pada Q = 4 satuan.
Keuntungan maksimum = TR maksimum – TC minimum
= 480 – 250
= 230
Berdasarkan gambar tersebut, keuntungan maksimum dicapai pada kurva TR dan TC yang jarak vertikalnya paling lebar.
Jika dengan menggunakan MR = MC, keuntungan maksimum dicapai pada saat MR berpotongan dengan MC.

LATIHAN SOAL
1. Jumlah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan adalah…
a. Total variable cost d. total cost
b. Total fixed cost e. Average total cost
c. Average fixed cost
2. Ongkos variable yang dibebankan untuk tiap unit output adalah…
a. Average total cost d. Total fixed cost
b. Total variable cost e. Average fixed cost
c. total cost
3. Kurva yang menunjukan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan adalah…
a. Kurva penerimaan d. kurva produksi
b. Kurva penawaran e. kurva konsemsi
c. Kurva ongkos
4. Rumus yang digunakan untuk menghitung Marginal Cost adalah…
a. d.
b. e.
c.
5. Mesin, gedung, dan tanah merupakan peralatan dalam ongkos produksi….
a. jangka panjang d. kurva ongkos konsumen
b. jangka pendek e. kurva ongkos produsen
c obligasi
6. Kurva yang menunjukan ongkos rata-rata yang paling minimumuntuk berbagai tingkat produksi adalah….
a. Kurva penerimaan d. Kurva Long Run Averege Cost (LRAC)
b. Kurva penawaran e. Kurva produksi
c. Kurva ongkos
7. Kurva LARC menyerupai bentuk huruf U disebabkan oleh….
a. Kumpulan AC yang banyak d. karena produksi menurun
b. menyentuh AC minimum e. karena konsumen menurun
c. karena produksi meningkat
8. Total revenue maksimum berada pada…..
a. Eh = 1 d. Eh = 2
b. Eh = 0 e. Eh = -2
c. Eh = -1
9. Keuntungan Maksimum terjadi pada saat….
a. MR + MC d. TC = TFC + TVC
b. MR = MC e. MR – MC
c. TR = P.Q
10. Faktor-faktor yang merupakan economies scale adalah sebagai berikut, kecuali…
a. spesialisasi faktor-faktor produksi
b. Penurunan harga bahan mentah, karena pembelian yang besar
c. Hasil dari produk sampingan
d. Perusahaan besar mendorong pengembangan fasilitas diluar perusahaan yang berguna baginya
e. Penaikan harga mentah

KUNCI JAWABAN BAB VII
1.A
2.E
3.C
4.B
5.B
6.D
7.A
8.A
9.B
10.E

BAB VIII

STRUKTUR PASAR

I. PENGERTIAN PASAR
A. PENGERTIAN PASAR
Pasar seperti telah dijelaskan sepintas pada bab. I, yaitu dapat diartikan sebagai suatu tempat pertemuan antara pihak penjual dengan pihak pembeli dimana terjadi transaksi barang dan jasa.
Para ahli ekonomi dalam membahas struktur pasar tidak hanya melihat tingkah laku perusahaan, tetapi lebih menitikberatkan pada berbagai kekuatan perusahaan dalam memngaruhi pasar. Tingkah laku perusahaan banyak dilakukan oleh struktur pasar dimana perusahaan itu berada.industri dalam teori ekonomi berarti berarti kumpulan perusahaan sejenis.
Struktur pasar pada prinsipnya berarti mengelompokkan produsen/perusahaan yang terdapat didalam indutri ke dalam bebberapa bentuk pasar berdasarkan :
1. Jenis barang yang dihasilkan
2. Banayaknya/jumlah perusahaan dalam industri
3. Mudah tidaknya keluar masuk dalam industri
4. Peranan iklan dalam kegiatan industri.
B. BENTUK – BENTUK PASAR
Setiap perusahaan selalu berkeinginan untuk mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya, jadi tujuan utama bagi setiap perusahaan adalah mendapatkan keuntungan dan bilamana harus merugipun dia harus dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tersebut dengan resiko kerugian yang sekecil-kecilnya, kalau memang tidak memungkinkan untuk memperoleh kondisi Break even point.
Untuk maksud tersebut diatas masalah ongkos produksi dan penerimaan/pendapatan sangat menentukan bagi setiap perusahaan dalam membuat kebijaksanaan produksi serta menetapkan harga jual hasil produksi, karena profit diperoleh sebagai hasil pengurangan pendapatan dengan biaya/ongkos produksi, dengan rumusan :
= TR – TC atau = R – C
Berbicara mengenai pendapatan/penerimaan (R) berarti berhadapan dengan beberapa masalah lainnya, yaitu tentang Struktur Pasar, karena pasar dapat memberikan situasi yang berbeda dalam penerimaan perusahaan.
Perbedaan struktur pasar tersebut ditentukan oleh karakteristik pasar itu sendiri, seperti keadaan pembeli dan penjual, keadaan produksi, pengetahuan pembeli dan kemudahan keluar masuk pasar bagi produsen dan konsumen.
Para ahli Ekonomi membedakan empat Model dasar Pasar, yaitu :
1. Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition)
2. Pasar Monopoli
3. Pasar Monopolistik (Persaingan Tidak Sempurna)
4. Pasar Oligopoli
1. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA ( PERFECT COMPETITION)
Pasar persaingan sempurna merupakanstruktur pasar atau industri dimana terdapat banayak penjual dan pembeli, dan setiap penjual maupun pembeli tidak memepengaruhi dalam penentuuan harga barangyang diperjualbelikan ditentukkan oleh mekenaisme pasar (kekuatan interaksi antara permintaan dan penawaran )
Ciri – Ciri Pasar Persaingan Sempurna :
Jumlah pembeli dan penjual sangat banyak di pasar.
Masing-masing pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna tentang harga dan kualitas barang.
Produk yang dijual bersifat Homogeneous, artinya sulit membedakan produk yang sama dari berbagai produsen.
Pembeli dan penjual bebas keluar masuk pasar.
Setiap penjual adalah price taker, artinya penjual tidak dapat/tidak sanggup mempengaruhi harga dipasar, karena merupakan unit terkecil.
Ciri – ciri atau karakteristik Pasar Persaingan Sempurna :
Perusahaan adalah Pengambil Harga ( price taker)
Pengambilan harga ( price taker) adalah suatu perusahaan yang ada didalam pasar tidak dapat menentukkan atau mengubah harga pasar. Harga pasar ditentukkan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli.
Hambatan Untuk Masuk Pasar Bagi Suatu Perusahaan Sangat Rendah
Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri/ pasar tersebut,langkah ini dapat dengan mudah dilakuakan. Sebaliknya apabila ada produsen yng ingin melakukan kegiatan didalm industri tersebut.
Menghasilkan Barang yang serupa (Identical Poduct)
Barang yang dihasilkan perusahaan tidak mudah untuk dibedakan. Barang tersebut dinamakan dengan identical atau homogeneus.
Terdapat Banayak Perusahaan di Pasar
Sifat inilah yang menyebabkanperusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini memiliki dua aspek yaitu :jumlah perusahaan sangat banyak dan masing – masing perusahaan adalah relatiif kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan yang ada di dalam pasar.
Pembeli Mempunyai Informasi Yang Sempurna Tentang Keadaan Pasar.
Dalam Pasar Persaingan Sempurna juga diasumsikan bahawa setiap konsumen mempunyai informasi yang sempurna tentang keadaan pasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga baran yang berlaku dipasar. Sehingga apabila ada suatu perusahaan (Produsen)yang menaikkan harga barang yang dijualnya pasti akan ditinggalkannya oleh konsumen, karena harga barang tersebut lebih mahal dari harga yang berlaku dipasar. Akibatnya tidak produsen yang menjual barangnya diatas harga pasar, jika tidak mau ditinggalkan oleh konsumennya.
2. PASAR MONOPOLI
Struktur Pasar Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya ada satu produsen / penjual saja didalam pasar dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat (close substitution).
Ciri – Ciri Pasar Monopoli Murni (Pure Monopoly),
Dipasar hanya ada satu produsen dan satu industri atau perusahaan yang monopoli yang memiliki pembeli yang sangat banyak.
Produsen menjual hasil produksi yang tidak memiliki barang pengganti / substitusi.
Produsen diberi perlindungan dan kemudahan keluar masuk pasar.
Setiap penjual adalah price seacher, artinya penjual dapat mengontrol/mempengaruhi harga dan menentukan tingkat harga yang menguntungkan.

Ciri – Ciri atau karakteristik Pasar Monopoli :
1) Hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran;
2) Tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip (close substitute);
3) Produsen memiliki kekuatan menentukan harga; dan
4) Tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan

. Ada beberapa penyebabterjadinya pasar monopoli, di antara penyebabnya adalah sebagai berikut:

1) Ditetapkannya Undang-undang (Monopoli Undang-undang). Atas pertimbangan
pemerintah, maka pemerintah dapat memberikan hak pada suatu perusahaan
seperti PT. Pos dan Giro, PT. PLN.
2) Hasil pembinaan mutu dan spesifikasi yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain,
sehingga lama kelamaan timbul kepercayaan masyarakat untuk selalu
menggunakan produk tersebut.
3) Hasil cipta atau karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan untuk
diproduksi, yang kita kenal dengan istilah hak paten atau hak cipta.
4) Sumber daya alam. Perbedaan sumber daya alam menyebabkan suatu produk
hanya dikuasai oleh satu daerah tertentu seperti timah dari pulau Bangka.
5) Modal yang besar, berarti mendukung suatu perusahaan untuk lebih
mengembangkan dan penguasaan terhadap suatu bidang usaha.

LATIHAN SOAL

1. Kurva dibawah ini merupakan Kurva Pasar….

a. Persaingan Sempurna
b. Tradisional
c. Monopoli
d. Monopolistis
e. Oligopoli
2. Para ahli Ekonomi membedakan empat Model dasar Pasar KECUALI….
a. Pasar Persaingan Sempurna
b. Pasar monopoli
c. Pasar oligopoli
d. Pasar Tradisional
e. Pasar tidak sempurna
3. Berikut ini ciri-ciri pasar persaingan sempurna, kecuali…
a. Produknya bersifat homogen
b. Banyak perusahaan dalam pasar
c. Bebas keluar dan masuk dalam pasar
d. Setiap perusahaan sebagai penerima harga
e. Harga produk yang dijual relatif sama
4. Kurva permintaan pada pasar persaingan sempurna berbentuk horizontal, artinya….
a. Secara aktual perusahaan akan menjual produknya secara tak terhingga pada tingkat harga tertentu
b. Perusahaan tidak dapat mengubah harga pasar
c. Perusahaan mendapatkan laba super normal
d. Hanya terdapat satu perusahaan yang menguasai pasar
e. Suatu perusahaan dapat mempengaruhi harga pasar
5. Bentuk pasar dimana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar adalah…
a. Pasar monopoli d. pasar monopolistis
b. Pasar oligopoli e. pasar persaingan sempurna
c. Pasar persaingan tidak sempurna
6. Ciri – Ciri atau karakteristik Pasar Monopoli KECUALI……
a. Hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
b. Tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip (close substitute)
c. Jumlah pembeli dan penjual sangat banyak di pasar
d. Produsen memiliki kekuatan menentukan harga
e. Tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan
7. Dikota ini ada ratusan restoran yang menjual soto. Soto pak Amir merupakan yang paling laris jauh diatas restoran lain. Struktur pasar yang dihadapi soto pak Amir adalah….
a. Persaingan sempurna
b. Monopoli
c. Persaingan monopoli
d. Duopoli
e. oligopoli
8. Suatu perusahaan yang ada didalam pasar tidak dapat menentukkan atau mengubah harga pasar disebut….
a. Pengambilan harga
b. Homogeneous
c. Pembuatan harga
d. Distributor
e. Duopoli

9. Pasar dimana penjual dan pembeli tidak mempunyai kekuatan pasar disebut…
a. Pasar persaingan sempuna d. duopoli
b. Persaingan monopoli e. monopoli
c. Oligopoli
10. Monopoli mempunyai slop kurva demand negatif (d = AR) dan keuntungan ekonomi maksimum dicapai pada…
a. MR MC e. MR + MC = -1
c. MR + MC = 1

KUNCI JAWABAN BAB VIII

1. C
2. D
3. E
4. B
5. A
6. C
7. B
8. A
9. A
10.D

BAB IX

STRUKTUR PASAR

I. PASAR TIDAK SEMPURNA (MONOPOLISTIK)

Adalah struktur pasar yang sangat mirip dengan persaingan sempurna tetapi yang membedakan dengan pasar persaingan sempurna ialah bahwa pada pasar ini produsen mampu membuat perbedaan-perbedaaan pada produknya ( differensiasi produk ) dibandingkan produsen lain.
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar monopolistik :
- Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
- Mirip dengan pasar persaingan sempurna
- Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
- Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
- Relatif mudah keluar masuk pasar

Cirinya adalah:
• Terdapat banyak perusahaan/penjual
• Relatif kecil kekuasaan menentukan dan mempengaruhi harga
• Barangnya berbeda corak (differentiated product)
• Keluar dan masuk industri relatif bebas
• Promosi penjualan sangat aktif
Perusahaan dalam persaingan monopolistik dapat memaksimumkan profit ekonomi dalam jangka pendek, sedangkan dalam jangka panjang profit ekonominya nol dan memperoleh profit normal karena berproduksi under capacity.
Penilaian terhadap Persaingan Monopolistik:
• Penggunaan sumber daya kurang efisien dibandingkan dengan persaingan sempurna
• Diferensiasi produk merupakan kompensasi dari inefisiensi. Masyarakat dapat memilih antara produk efisien (hraga murah) atau dengan diferensiasi produk (banyak pilihan jenis barang).
• Perkembangan teknologi dan inovasi relatif terbatas karena keuntungan tidak berlangsung lama
• Distribusi pendapatan relatif seimbang karena tidak terdapat kelebihan keuntungan dalam jangka panjang.
Struktur pasar ini juga mengedepankan persaingan non-harga yaitu merupakan usaha-usaha di luar perubahan harga yang dilakukan untuk menarik banyak pembeli terhadap barang yang diproduksinya.
Ada dua bentuk yaitu:
• Diferensiasi produk: beda merk, kemasan, mutu, cita rasa, purna jual, dll
• Promosi penjualan melalui iklan (jenis iklan pertama dan kedua)

2. Pasar Oligopoli

Adalah struktur pasar di mana hanya ada sejumlah kecil perusahaan yang memproduksi hampir semua output industri dan mempunyai keputusan yang saling mempengaruhi.
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar oligopoli :
- Harga produk yang dijual relatif sama
- Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
- Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
- Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain.
Cirinya adalah:
• Jumlah perusahaan beberapa atau sangat sedikit (4 atau 8 besar perusahaan raksasa menguasai 70%-80% nilai seluruh produksi atau penjualan produknya
• Jenis barangnya bisa homogenous atau diferensiasi
• Kekuasaan menentukan harga, terkadang kuat (tangguh) dan ada kalanya sangat lemah
• Hambatan masuk cukup kuat, karena paten dan modal yang diperlukan sangat besar.
• Promosi relatif diperlukan
Jika ada dua perusahaan dalam struktur pasar oligopoli, maka disebut duopoly.
Sementara itu, oligopoli yang produknya homogen disebut pure oligopoly, sedangkan produknya diferensiasi dikenal differentiated oligopoly.
Strategi penentuan harga dapat ditempuh dengan dua cara:
• Collusion (kesepakatan/persekongkolan)
• Non-collusion (tanpa persekongkolan)
Beberapa cara untuk mengetahui derajat oligopoli:
• Concentration ratio
• Herfindahl Index
• Contestable Markets
Model Oligopoli yang penting:
• Kinked Demand Curve Model (Paul Sweezy, 1939)
• Game Theory (Prisoner’s, advertiser’s, and pricing dilemmas)
• Cartel Arrangement
• Price Leadership
• Sales Maximization Model (William Baumol, 1959)
Perusahaan Oligopoli sering menghadapi persoalan yang dikenal dengan ‘priosoner’s dilemma’, refers to a situation in which each firm adopts its dominant strategy but each could do better (ie. earn larger profits) by cooperating.

LATIHAN SOAL
1. Struktur pasar yang sangat mirip dengan persaingan sempurna tetapi yang membedakan dengan pasar persaingan sempurna ialah bahwa pada pasar ini produsen mampu membuat perbedaan-perbedaaan pada produknya ( differensiasi produk ) dibandingkan produsen lain disebut…
a. Oligopoli d. Pasar persainga Sempurna
b. Pasar Tidak sempurna e Monopoli
c. duopoli
2. Sifat-sifat pasar oligopoli kecuali….
a. Harga produk yang dijual relatif sama
b. Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
c. Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
d. Promosi relatif diperlukan
e. Relatif mudah keluar masuk pasar

3. Sifat-sifat pasar monopolistik, kecuali…
a. Mirip dengan pasar persaingan sempurna
b. Relatif mudah keluar masuk pasar
c. Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merunah harga
d. Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
e. Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
5. Suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area adalah…
a. Oligopoli d. Monopolistik
b. Monopoli e. duopoli
c. Sempurna
6. Oligopoli yang produknya homogen disebut…
a. Homogen oligopoli d. Pure oligopoli
b. Oligopoli e. Monopoli
c. Duopoli
7. Yang merupakan cara untuk mengetahui derajat oligopoli adalah…….
1) Concentration ratio 4) Cartel Arrangement
2) Herfindahl Index 5) Price Leadership
3) Contestable Markets
a. 1, 2 dan 4 d. 2, 4, dan 5
b. 1, 2, dan 3 e. 1, 3, dan 4
c. 2, 3, dan 5
8. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah…..
a. Industri textil d. Industri batubara
b. Industri Sepatu e. Industri Semen
c. Industri Keramik
9. Yang termasuk sifat-sifat pasar monopolistik kecuali…
a. Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
b. Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
c. Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
d. Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
e. Relatif mudah keluar masuk pasar
10. Ciri – Ciri Pasar monopolistik adalah kecuali…
a. Terdapat banyak perusahaan/penjual
b. Relatif kecil kekuasaan menentukan dan mempengaruhi harga
c. Barangnya berbeda corak (differentiated product)
d. Keluar dan masuk industri relatif bebas
e. Hambatan masuk cukup kuat, karena paten dan modal yang diperlukan sangat besar.
11. Yang termasuk Model Oligopoli yang penting adalah…..
1) Kinked Demand Curve Model (Paul Sweezy, 1939)
2) Concentration ratio
3) Herfindahl Index
4) Game Theory (Prisoner’s, advertiser’s, and pricing dilemmas)
5) Cartel Arrangement
a. 1, 2, dan 3 d. 2, 3, dan 4
b. 1, 4, dan 5 e. 2, 3, dan 5
c. 3, 4, dan 5

KUNCI JAWABAN BAB IX

1. B
2. D
3. D
4. A
5. D
6. B
7. E
8. C
9. E
10. B

PENUTUP

SIMPULAN :
Berdasarkan makalh diatas dapat disimpp[ulkan bahwa :
1. banyak terdapat jenis pasar yang dapat dibagi
2. Keuntugan maksimu m dapat diperoleh dari hasil penjualan yang maksimum

SARAN :
bertolak dari hasil makalah diatas, penulis dapat memberikan saran :
1. Agar kita lebih mengkonsumsi produk dalam negeri
2. Tidak menggunakan Produk Luar negeri

DAFTAR PUSTAKA

Ace,Partadiredja,Pengantar Ekonomika, Yogyakarta:BFFE 1985

Ari, sudarman , Teori Ekonomi Mikro.jld.1.Yogyakarta.BFFE 1985

Depdikbud.Statistika,Jakarta: Tema Baru 1980

Lincoln, aryad. Ekonomi Mikro Yogyakarta. Yogyakarta : BFFE, 1980

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: