KONDISI MANAGEMENT DAN ORGANISASI PADA PT. JASA MARGA

 

NAMA              : LOUISE ESTER GEOVANNI S

NPM                     : 11108158

KELAS             : 2 KA 21

JURUSAN         : SISTEM INFORMASI

FAKULTAS        : ILMU KOMPUTER

MATA KULIAH    : TEORI ORGANISASI UMUM 2

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR  …………………………………………….      i

DAFTAR ISI  ………………………………………………………     ii

A. Pengertian Management   .………………………………………..    1

B. Sejarah Berdirinya PT. Jasa Marga (Persero)  ……………………    2

C. Kebutuhan Jalan Tol di Indonesia    ………………………………     7

D. Pengaturan Jalan Tol Dalam Kerangka Penataan Ruang    .………     9

E. LogoPT. Jasa Marga    ……………………………………………    10

F. Kinerja Operasi     …………………………………………………    11

G. Tarif dan Pendapatan Total     ……………………………………    12

H. Pelayanan Jalan  ………………………………………………….    13

I. Tingkat Kecelakaan dan Fasilitas   … …………………………….    15

PENUTUP   ………………………………………………………….     iii

DAFTAR PUSTAKA  ……………………………………………..      iv

KONDISI MANAGEMENT DAN ORGANISASI PADA PT. JASA MARGA

 

  1. PENDAHULUAN

 

  1. PENGERTIAN MANAGEMENT

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.[1] Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.

Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :

1. Manajemen sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.

Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.

Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.

Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.

Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.

Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.

 

  1. SEJARAH BERDIRINYA PT. JASA MARGA (Persero)

 

Globalisasi perekonomian telah menyebabkan peningkatan perkembangan dunia

usaha di Indonesia. Peningkatan akan sarana dan fasilitas transportasi yang lebih baik Infrastruktur khususnya jaringan jalan mempunyai pernan penting dalam pembangunan dan pengembangan perekonomian. Maka pada tanggal 1 maret 1978 mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur jalan dengan nama PT. Jasa Marga(Persero) yang berwenang mengelola penyelengaraan dan pengoperasian jalan tol.

                  Pembangunan jalan tol yang berfungsi sebagai jalan lingkar yang diharapkan mampu mengurangi kepadatan jalan arteri di kota sekaligus memperlancar arus lalu lintas kearah barat, selatan, dan timur.

  1. Bidang Usaha dan wilayah Kerja PT. Jasa Marga (Perero)

Menurut Peraturan Pemerintah No.4 tahun 1978, sebagai sumber hukum berdirinya PT. Jasa Marga (Persero) dinyatakan bahwa PT. Jasa Marga (Persero) merupakam penyelengaraan jalan tol di Indonesia dan ijinkan untuk mendirikan cabang

di seluruh wilayah Republik Indonesia. Cabang berfungsi sebagi unit pelaksana dari kegiatan usaha PT. Jasa Marga (Persero) pusat Jakarta sebagai penyelenggara dan pengelola jalan maupun jembatan tol yang berada di wilayah kerjanya.

VISI PERUSAHAAN

  1. Menjasi Perusahaan Modern dalam bidang pengembangan dan pengoperasian jalan tol.
  2. Menjadi pemimpin (leader) dalam industri jalan tol dengan mengoperasikan jalan tol mayoritas jalan tol di Indonesia.
  3. Memiliki daya saing yang tinggi di tingkat nasional dan regional.

 

     

 

 

      MISI PERUSAHAAN

  1. Menambah jalan tol secara berkelanjutan sehingga perusahaan menguasai paling

Sedikit 50 % panjang jalan tol di Indonesia dan usaha terkait lainnya.

  1. Mamaksimalkan potensi keuangan perusahaan
  2. Meningkatkan mutu dan Efisiensi jasa pelayanan jalan tol melalui penggunaan teknologi yang optimal dan penerapan-penerapan kaidah-kaidah manajemen perusahaan modern dengan tata kelola yang baik.

 

 

 STRUKTUR ORGANISASI  PT. JASA MARGA (Persero)

 

            Struktur organisasi PT. Jasa Marga (Persero) merupakan gambaran dalam mengorganisasikan sumber daya yang dimiliki dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu menyelenggarakan pelayanan jasa tol yang berkualitas. Struktur organisasi, Pimpinan, Fungsi, tugas pokok dan tata kerja PT. Jasa Marga (Persero) diatur dengan Surat Keputusan Direksi PT. Jasa Marga (Persero) Pusat Nomor 047/KPTS/1994 tangal 14 Juni 1994. Bagan Struktur organisasi pada PT. Jasa Marga (Persero) terdiri dari beberapa bagian dengan tugas dan wewenang sebagao berikut :

 

  1. Kepala Cabang

Tugas Kepala cabang adalah :

  1. Menyelenggarakan kegiatan operasional pengumpulan tol secara lancar, tertib dan aman.
  2. Menyelenggarakan kegiatan operasional pengaturan dan pelayanan lalu-lintas agar dapat tercapai kondisi lalu-lintas yang lancar, tertib, aman dan nyaman.
  3. Menyelenggarakan kegiatan perencanaan, pembangunan, dan pemeliharaan jalan tol serta bangunan dan sarana pelengkap lainnya.
  4. Menyelenggarakan kegiatan pemeliharaan sarana dan peralatan operasional agar selalu dalam kondisi siap pakai.
  5. Menyelenggarakan kegiatan administrasi keuangan, meliputi pendapatan total dan pendapatan lain-lin serta pengelolaan anggaran untuk keperluan operasional.
  6. Menyelenggarakan kegiatan perencanaan, pendayagunaan, pelatihan sumber daya manusia dan pengendalian mutu terpadu serta pengelolaan sumber daya manusia lainnya.
  7. Menyelenggarakan kegiatan pengelolaan usaha lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan jaln tol, seperti penyewaan lahan untuk iklan/tanaman/tambak/tempat istirahat.

 

Wewenang Kepala Cabang adalah sebagai berikut :

  1. Mengendalikan kegiatan operasional
  2. Mengendalikan anggaran dan keuangan.
  3. Menutup ruas jalan tol sesuai tuntutan situasi dan kondisi
  4. Menentukkan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pengelolaan jalan tol.
  5. Mengendalikan kegiatan pengelolaan sumber daya manusia serta sarana dan pendukung lainnya.

 

  1. Kepala Bagian sumber Daya Manusia dan Umum

Tugas dan Wewenang :

  1. Malaksanakan kegiatan pengelolaan SDM meliputi kegiatan rekruitmen dan seleksi hubungan kerja, pendapatan, pendayagunaan, kompensasi, Kesejahteraan, Keselamatan, Kesehatan Kerja.
  2. Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam rangka pemenuhan SDM yang berkualitas sesuai dengan tuntutan perusahaan.
  3. Melaksanakan Kegiatan evaluasi, proses lanjut dan pegadministrasian hukuman displin
  4. Mengendaliakan kegiatan administrasi kepegawaian serta pendidikan dan pelatihan.
  5. Mengedalikan kegiatan hubungan masyarakat dan koordinasi dengan instansi yang terkait.

 

  1. Kepala Sub Bagaian Sumber Daya Manusia dan Sekretariat

Tugas dan wewenang Kepala Sub Bagian Sumber Daya Manusia adalah :

  1. Malakukan kegiatan pendayagunaan sumber daya manusi meliputi perencanaan kebutuhan dan perekrutan karyawan, hubunagn kerja dan mutasi karyawan.
  2. Melakukan administrasi kompensasi dan kesejahteraan yang meliputi pemberian/pembayaran penggajian lembur, tunjangan hari raya keagaman.
  3. Melakuknan kegiatan perencanaan dan pelaksanaan pndidikan dan pelatihan dalam kaitannya dengan karyawan.
  4. Melakukan kegiatan pengaturan dan pelayanan kebutuhan stensi, penggandaan, penjilidan, teleks.

 

  1. Kepala Sub Bagian Logistik

Tugas dan wewenang Kepala Sub Bagian Logistik :

  1.  
    1. melakukan kegiatan penyusunan dan evaluasi daftar rekanan sesuai dengan bidang kualifikasinya.
    2. Melakukan kegiatan penyusunan program dan jadwal pengadaan Barang/Jasa.
    3. Melakukan kegiatan persiapan pengadaan barang/jasa meliputi penyiapan dokumen lelang dan dokumen kontrak serta kelengkapannya.
    4. Mengedalikan kegiatan inventarisasi, asuransi dan penghapusan barang, bangunan, tanah dan asset perusahaan lainnya.
    5. Mengendalikan pelaksanaan barang/jasa.

 

  1. Kepala Sub Bagian Pengembangan Usaha dan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi  (PUKK)

Tugas dan Wewenang Kepala Sub Bagian PUKK:

  1.  
    1. Melakukan kegiatan pengumpulan data inventarisasi asset tetap yang berupa tanah/lahan, bangunan, jalan tol.
    2. Melakukan kegiatann persiapan pengembangan usaha lain yang meliputi penyiapan data teknis ekonomi dan financial dari berbagai alternative pengembangan usaha lain.
    3. Melakukan kegiatan promosi dan menawarkan kerjasama usaha lain kepada para calon investor.
    4. Melakukan kegiatan analisa dan penilaian atas proposal yang diajukan oleh calaon mitra binaan dan data hasil peninjauan lapangan.

 

  1. Kepala Bagian Operasi

Tugas dan Wewenang Kepala Bagian Operasional :

  1.  
    1. Melaksanakan  pemantauan dan evaluasi hasil pelaksanaan serta pengendalian operasional pengumpulan tol.
    2. Melaksankan kegiatan pementauan dan evalusi kebutuha, kondisi dan prestasi karyawan yang mendukung.
    3. Melaksankan kegiatan pembuatan laporan berkala operasional, meliputi volume lalu lintas dan pendapatan tol, kondisi fasilitas operasional dan laporan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan pengumpulan tol.

 

  1. Kepala Gerbang Tol

Tugas dan wewenang Kepala Gerbang Tol adalah :

  1.  
    1. Melakukan kegiatan pengaturan dan penyusunan jadwal tugasbagi kepala shift pengumpul tol.
    2. Melakukan kegiatan penyediaan sarana operasional pengumpul tol.
    3. Melaksanakan kegiatan pemantauan dan evaluasi kebutuhan, kondiis dan prestasi karyawan yang mendukung operasional pengumpulan tol.
    4. Menetapkan kehiatan pengamanan dan penyetoran semua hasil operasional pengumpulan tol ke bank yang telah ditujukan perusahaan.

 

  1. Kepala Shift Pengumpul Tol

Tugas dan Wewenang Kepala Shift Pengumpul Tol adalah :

  1.  
    1. Melakukan kegiatan penyiapan sarana operasional pengumpul tol di gerbang tol seperti tiket/karcistol,kotak uang.
    2. Melakukan kegiatan pengaturan penyimpanan barang-barang milik pengumpul tol.
    3. Melakukan kegiatan pengawasan pelaksanaan jadwal tugas bagi pengumpulan tol.
    4. Mengatr waktu istirahat pengumpul tol.
    5. Mengatur pengoperasian gardu tol yang layak operasi

 

8.1 Matrik Data Jumlah Karyawan dan Jumlah Gardu Operasional Maksimal

 Jumlah gardu operasi Entrance Shift I    = 5 gardu jumlah petugas           = 6 orang PPI

 Jumlah gardu operasi Entrance Shift II   = 5 gardu jumlah petugas           = 6 orang PPI

 Jumlah gardu operasi Entrance Shift II   = 2 gardu jumlah petugas           = 2 tanpa PPI

 Petugas Libur                                                                                       = 7 orang

Jumlah gardu operasi Exit Shift I            = 7 gardu jumlah petugas           = 8 orang PPI

Jumlah gardu operasi Exit Shift II           = 7 gardu jumlah petugas           = 8 orang PPI

Jumlah gardu operasi Exit Shift III          = 3 gardu jumlah petugas           = 3 orang PPI

Petugas libur                                                                                         = 9 orang

  1. Kepala Sub Bagian Evaluasi dan Pengumpulan Tol

Tugas dan Wewenang Kepala Sub Bagian Evaluasi dan Pengumpulan Tol adalah :

  1.  
    1. Melakukan kegiatan pengumpulan, pemantauan dan evaluasi data hasil operasional pengumpulan tol di gerbang-gerbang tol.
    2. Mengevaluasi kebutuhan peraltan kelengkapan transaksi pengumpulan tol.
    3. Merencanakan kebutuhan sumber daya manusia untuk kelancaran operasional tol.

 

  1. Kepala Sub Bagian Pemeliharaan Fasilitas Operasional

 

Tugas dan wewenang Kepala Sub Bagian Pemeliharaan Fasilitas Operasional adalah :

  1.  
    1. Melakukan kegiatan pemeliharaan jalan tol, bangunan dan sarana pelengkap lainnya serta saranan elektronik dan kelistrikan untuk mendukung operasional.
    2. Mengatur kegiatan pemeriksaan/inspeksi rutin dan berkala kondisi jalan tol serta bangunan dan saran pelengkap lainnya.

 

  1. Kepala Sub Bagian Pemeliharaan Fasilitas Operasional.

Tugas dan wewenang Kepala Sub Bagian Pemeliharaan Fasilitas Operasional adalah :

  1.  
    1. Melakukan kegiatan pengamann aset perusahaan meliputi tanah, jalan, bangunan dan sarana pelengkap lainnya.
    2. Melakukan kegiatan pelayanan serta pengendalian keamanan dan keselamatan lalu-lintas dijalan tolsesuai dengan tata laksana/prosedur operasional yang ditetapkan.
    3. Mengendalikan keamanan di lingkungan cabang.
    4. Membuat jadwal tugas operasional pelayanan lalu lintas.

 

  1. Kepala Shift Patroli

Tugas dan wewenang Kepala Shift Patroli adalah :

  1.  
    1. Melakukan kegiatan pengorganisasian/pembagia tugas dan pelaksanaan pengoperasian patroli.
    2. Melakukan penyedian sarana operasional patroli yang siap pakai.
    3. Mengatur jadwal istirahat petugas patroli.

 

  1. Kepala Bagian Keuangan

Tugas dan wewenang Kepala Bagian Keuangan adalah :

  1.  
    1. Melaksanakan kegiatan penyusutan, pemantauan, dan evaluasi rencana kerja dan anggaran serta pendapatan tahunan.
    2. Melaksanakan kegiatan pengendalian pelaksanaan realisasi rencana kerja an anggaran yang telah disetujui Direksi
    3. Melaksankan Kegiatan perencanaan dan evaluasi penerimaan /penggunaan dana operasi.
    4. Mengendalikan anggaran.

 

  1. Kepala Sub Bagian Anggaran

Tugas dan Wewenang Kepala Sub Bagian Anggaran adalah :

  1.  
    1. Melaksankan kegiatan penyusunan rencana kerja, anggaran da pendapatan tahunan berdasarkan program kerja yang diajukan oleh masing-masing unit kerja.
    2. Melaksankan kegiatan pengendalian realisaisi rencana kerja dan anggaran tahunan.
    3. Melaksankan kegiatan penilaian efektifitas dan efisiensi atas pelaksankan rencana kerja dan anggaran tahunan.

 

  1. Kepala Sub Bagian Akuntansi dan Perpajakan

Tugas dan wewenang Kepala Sub Bagian Akuntansi dan Perpajakan adalah :

  1.  
    1. Melaksankan kegiatan pengkajian ulang atas kelengkapan bukti pendukung transaksi keuangan dan membukukannya pada rekening sesuai klasifikasi
    2. Melaksanakan kegiatan relokasi atas pembukaan transaksi keuangna sesuai dengan klasifikasi perkiraan penyusunan yang diatur dalam pedoman akuntansi
    3. Melaksankan kegiatan penyusuann usulan kepada atasan untuk penyesuaian saldo buku besar.
    4. Mengendalian kegiatan pengkajian ulang atas kelengkapan bukti pendukung

 

  1. KEBUTUHAN JALAN TOL DI INDONESIA

 

Pembangunan jalan tol di Indonesia telah dimulai sejak pertengahan tahun 1970-an yaitu dengan dioperasikannya jalan tol pertama yaitu Jagorawi pada tahun 1978. Pada saat ini pembangunan jalan tol telah berkembang di beberapa tempat terutama di kota-kota besar di Indonesia. Walaupun PT. Jasa Marga mendapatkan hak monopoli dalam pembangunan jalan tol telah dilakukan bebagai bentuk kerjasama terutama dengan mitra swasta, sehingga beban pembangunan jaln tol tersebut dapat dibagi. Hingga saat ini terdapat 20 ruas jalan tol dengan panjang 576,08 Km yang telah dibangun dan dioperasikan, serta lebih750 Km lagi yang sedang berjalan dalam penjagaan hingga pelaksanaan konstruksi.

      

  1. PENGATURAN JALAN TOL DALAM KERANGKA PENATAAN RUANG

 

Pembangunan jalan tol di Indonesia telah menghadirkan ruang-ruang kosong di sekitarnya khusunya yang berjarak 500 m dari jalan tol. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan di beberapa titik lokasi ruas jalan. Penyerobotan lahan Daerah Milik Jalan (DAMIJA) tol oleh masyarakat telah berkembang hingga pada kondisi yang memprihatinkan .

Bentu-Bentuk penyerobotan lahan :

  1.  
    1. Munculnya dan berkembangnya banguna-banguna liar baik permanent maupun non permanent yang digunakan untuk tempat tinggal.
    2. Terjadinya penumpukkan sampah yang tidak terkendali.
    3. Penurunan Kualitas tanah pada lokasi-lokasi yang selalu tergenang air.
    4. Timbulnya kekumuhan lingkungan sekitar jalan told an gangguan teknis terhadap keselamatan jalan tol.

 

E. LOGO PT. JASA MARGA 

F. Kinerja Operasi

Pada tahun 2008 volume lalu lintas transaksi yang menggunakan ruas-ruas jalan tol Jasa Marga mencapai880,06 juta kendaraan. Jumlah tersebut meningkat sebesar 20,74 juta kendaraan dibandingkan dengan volume lalu lintas transaksi pada tahun 2007. Dari 13 ruas jalan tol yang dimiliki Jasa Marga sebagian besar mengalami kenaikan volume lalu lintas dengan kenaikan tertinggi terjadi pada ruas Cipularang yang naik sebesar 12,44% dan Jakarta Cikampek sebesar 12,41%. Kenaikan volume lalu lintas di kedua ruas tersebut salah satunya merupakan dampak dari terkoneksinya ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan Cipularang, JORR dan Jagorawi sehingga mempercepat waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung, serta memberikan kemudahan bagi pengguna jalan tol dari arah Timur Jakarta yang menuju arah Selatan dan Barat Jakarta tanpa harus melalui ruas Tol Dalam Kota Jakarta. Kondisi tersebut di sisi lain juga memberi pengaruh terhadap penurunan volume lalu lintas dalam kota Jakarta yang turun sebesar 3,31% yaitu dari 180,94 juta kendaraan pada tahun 2007 menjadi 174,94 juta kendaraan pada tahun 2008. Ruas-ruas lain yang mengalami penurunan adalah Jagorawi (turun sebesar 0,51%) karena adanya perubahan pola trafik dan ruas Tol Sedyatmo yang menuju Bandara, turun sebesar 1,16%. Ruas dalam kota Jakarta dan Sedyatmo sendiri mempunyai lalu lintas harian yang sangat tinggi.

Secara proporsi, jumlah volume lalu lintas sebagian besar masih berasal dari ruas-ruas yang berada di Jabotabek. Pada tahun 2008, dari total 880,06 juta kendaraan 80,65% nya berasal dari ruas-ruas yang berada di daerah Jabotabek. Hal ini tidak jauh berbeda dengan kondisi tahun 2007 dimana 81,14% volume lalu lintas berasal dari daerah Jabotabek.

Untuk ruas-ruas di luar Jabotabek semua mengalami peningkatan volume lalu lintas dibandingkan dengan tahun 2007. Secara keseluruhan volume lalu lintas mengalami peningkatan sebesar 2,41%, seperti terlihatpada tabel berikut:

 

G. Tarif dan Pendapatan Tol
Kenaikan Tarif jalan tol merupakan amanat Undang- Undang No. 38 tahun 2004 tentang jalan dan lebih jauh diatur melalui Peraturan Pemerintah No. 15 tentang Jalan Tol. Kenaikan tarif dilakukan setiap 2 tahun sekali berdasarkan inflasi yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik Indonesia. Sejak tahun 2004 Jasa Marga telah mengalami kenaikan tarif yaitu pada tahun 2005, 2007 dan pada tahun 2008 sendiri. Pada tahun 2008, ruas Jasa Marga yang mengalami kenaikan tarif adalah ruas Jakarta Cikampek dan ruas Prof. Dr. Ir. Sedyatmo dengan rata-rata kenaikan sebesar 12,43%. Kenaikan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 322/KPTS/M/2008 tanggal 28 Mei 2008 yang diberlakukan pada tanggal 30 Mei untuk ruas Jakarta-Cikampek dan Keputusan Menteri No. 393/KPTS/M/2008 tertanggal 30 Juni yang diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2008 untuk ruas tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo.

Kenaikan tarif tol mempunyai dampak positif terhadap Pendapatan Perusahaan dan tingkat pengembalian investasi jalan tol. Berikut adalah pendapatan perusahaan pada tahun 2008 dan 2007, untuk masingmasingcabang dan anak perusahaan.

H. Pelayanan Jalan Tol
Jasa Marga akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang senantiasa selalu ditingkatkan.Berpedoman pada Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri PekerjaanUmum Nomor 370 KPTS/M/2007 tertanggal 31 Agustus 2007. SPM tersebut memuat substansi pelayanan yang menyangkut aspek-aspek minimal yang harus dicapai pengelola jalan tol, yang di antaranya menyangkut kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, Unit Pertolongan/Penyelamatan dan Bantuan Pelayanan.

Untuk yang menyangkut kondisi jalan tol dan keselamatan, aspek-aspek tersebut mencakup:

Untuk mencapai standar tersebut, Jasa Marga melakukan pemeliharan dan perbaikan secara berkala sebagai bagian dari pelayanan kepada pemakai jalan.

Beberapa program yang dilakukan oleh Jasa Marga pada tahun 2008 adalah melakukan pemeliharaan periodic seperti overlay pada jalan tol Jagorawi, Cawang Tomang Cengkareng, Tangerang, Cikampek dan pada jalan tol yang dikelola oleh PT Jakarta Lingkar Luar Jakarta (JLJ). Pada tahun 2008 Jasa Marga juga melakukan beberapa program untuk meningkatkan kapasitas jalan tol di lajur Amplas-Tj. Morawa pada cabang Belmera, Penambahan Lajur Sentul-Selatan Interchange Bogor dan Pembangunan Elevated Prof. Dr. Ir. Sedyatmo baik untuk sisi Selatan maupun Utara.

Situasi pembangunan penambahan 2 lajur elevated pada masing-masing lajur Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo.

Penambahan 2 lajur elevated pada 2 arah Jalan Tol Sedyatmo merupakan program perusahaan yang telah direncanakan sebelumnya untuk memberikan kemudahan aksesibilitas ke arah bandara Soekarno Hatta dan sebaliknya, di mana tingkat volume lalu lintas harian di ruas tersebut sudah sangat tinggi yang berakibat tingginya rasio volume lalu lintas terhadap kapasitas jalan. Peningkatan kapasitas di ruas Sedyatmo tersebut dilakukan elevated untuk mengantisipasi tidak bisa dilewatinya jalan tol akibat Banjir yang sering melanda kawasan tersebut dan memberikan jaminan akses mobilitas masyarakat pengguna transportasi udara. Pembangunan elevated ruas tersebut berhasil di selesaikan oleh Jasa Marga dalam kurun waktu 8 bulan.

Di samping itu, Jasa Marga juga melakukan pengaspalan, pemeliharaan saluran pengendali banjir, keamanan, penambahan rambu-rambu lalu lintas dan jembatan. Sejak tahun 2007 secara keseluruhan, ruas-ruas jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga berhasil memenuhi kriteria SPM yang menyangkut kondisi jalan tol dan kemanan. Di tahun 2008, pencapaian SPM untuk kondisi jalan dan keselamatan adalah sebagai berikut :

Untuk menangani masalah dan keadaan darurat yang mungkin terjadi di sepanjang jalan tol, Jasa Marga melakukan patroli rutin untuk membantu pengguna jalan jika terjadi masalah antara lain gangguan mesin kendaraan, dan juga memberikan fasilitas derek gratis sampai ke bengkel terdekat.

Menyangkut unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan, Jasa Marga mengoperasikan ambulan yang mampu merespon cepat, dilengkapi dengan peralatan untuk pertolongan pertama dan evakuasi serta petugas lapangan yang mampu membersihkan jalan tol dari sisa-sisa benda akibat kecelakaan, kebakaran, tumpahan muatan maupun hewan mati di jalur utama maupun di bahu jalan. Dalam upaya menghadirkan layanan informasi yang cepat dan akurat mengenai kondisi jalan, Jasa Marga memiliki beberapa sistem informasi lalu lintas seperti panel elektronik di sepanjang jalan tol, layanan informasi tol 24 jam, serta kamera CCTV di tempat-tempat strategis guna memantau situasi jalan terkini.

Untuk meningkatkan aksesibilitas, Jasa Marga menghadirkan e-toll Card, kartu elektronik yang memudahkan pengguna jalan bertransaksi di pintu tol. Dengan kartu ini, waktu yang dibutuhkan dalam bertransaksi menjadi jauh lebih singkat dan lebih nyaman sehingga antrian panjang di gerbang tol diharapkan dapat dihindari. Pelayanan e-Toll Card sendiri juga membantu perusahaan dalam hal manajemen kas hasil pengumpulan tol.

Beberapa cabang juga telah menggunakan GTO (Gardu Tanpa Orang) di gerbang masuk seperti pada cabangPurbaleunyi dan Medan.

  1. I.             Tingkat Kecelakaan dan Tingkat Fatalitas

Upaya menghadirkan layanan yang berkualitas membuahkan hasil terhadap menurunnya tingkat kecelakaan dan tingkat fatalitas jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga. Tingkat kecelakaan dan tingkat fatalitas merupakan tolok ukur bagi kinerja keamanan jalan tol. Tingkat kecelakaan ditentukan berdasarkan jumlah kecelakaan per 100 juta kendaraan kilometer perjalanan, sedangkan tingkat fatalitas ditentukan berdasarkan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan per 100 juta kendaraan km perjalanan. Berikut ini adalah tabel yang memuat jumlah kecelakaan, tingkat kecelakaan, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan dan tingkat fatalitas pada ruas-ruas jalan tol Jasa Marga selama 2008.

PENUTUP

 

 

SIMPULAN  :

Berdasarkan uraian makalah diatas yang berjudul “Kondisi Management dan Organisasi pada PT. Jasa Marga  “ yang membahas mengenai  Perusahaan tersebut dan Kondisi didalamnya dapat disimpulkan bahwa  :

  1. Perusahaan ini dapat  dimanagement dengan baik yang masing bagian memilii tugasnya masing –masing
  2. Dalam pengoperasian jalan tol juga dapat tercipta dengan baik.

 

SARAN  :

Bertolak dari materi yang dibahahas dalam makalah ini, penyusun memberikan saran berupa sebagai berikut  :

  1. Seharusnya jalan tol lebih dapt meningkatkan mutunya lebih lagi kendaraan yang melewati jalan tol tidak mengalami kemacetan.
  2. managemen yang baik mengorganisasikan segala fasilitas dengan baik terutama jalan-jlan yang rusak yang terdapat dijalan tol.

 

                                                                                                                                    iii

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

file:///F:/bahan%20teori%20orgnissi%20umum/jasamarga%20persero.htm

 

Laporan Tahunan Annual Tahunan Report 2007, PT. Jasa Marga

PT. Jasa Marga (Persero) Tbk, Laporan Tahunan 2008

PT. Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek

PENUTUP

 

 

SIMPULAN  :

Berdasarkan uraian makalah diatas yang berjudul “Kondisi Management dan Organisasi pada PT. Jasa Marga  “ yang membahas mengenai  Perusahaan tersebut dan Kondisi didalamnya dapat disimpulkan bahwa  :

  1. Perusahaan ini dapat  dimanagement dengan baik yang masing bagian memilii tugasnya masing –masing
  2. Dalam pengoperasian jalan tol juga dapat tercipta dengan baik.

 

SARAN  :

Bertolak dari materi yang dibahahas dalam makalah ini, penyusun memberikan saran berupa sebagai berikut  :

  1. Seharusnya jalan tol lebih dapt meningkatkan mutunya lebih lagi kendaraan yang melewati jalan tol tidak mengalami kemacetan.
  2. managemen yang baik mengorganisasikan segala fasilitas dengan baik terutama jalan-jlan yang rusak yang terdapat dijalan tol.

 

                                                                                                                                    iii

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

file:///F:/bahan%20teori%20orgnissi%20umum/jasamarga%20persero.htm

 

Laporan Tahunan Annual Tahunan Report 2007, PT. Jasa Marga

PT. Jasa Marga (Persero) Tbk, Laporan Tahunan 2008

PT. Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: