PERANAN BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN ILMIAH

PERANAN BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN ILMIAH

 

Sejarah telah mencatat bahwa Bahasa Indonesai sebagai bahasa pemersatu seluruh komponen bangsa Indonesia – ingat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928-. Dan merupakan ciri dan identitas kita sebagai suatu bangsa di muka bumi ini. Sehingga pemakaian Bahasa Indonesia secara baku harus meliputi segala bidang termasuk dalam penulisan ilmiah.Penulisan ilmiah yang harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baku antara lain :
–    Disertasi
–    Tesis
–    Skripsi
–    Laporan Praktikum
–    Makalah
–    Kertas kerja
Dalam hal penulisan ilmiah seperti tersebut di atas, kita perlu memperhatikan beberapa hal penting yang akan kita tuangkan dalam tulisan ilmiah tersebut, yaitu :
–    Singkat, jelas, dan bermakna.
–    Berkesatuan.
–    Komunikatif dan berkaidah bahasa yang benar.
Dan untuk memenuhi ketentuan semua itu kita harus beroedoman pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Bahasa Indonesia dan pemakaian kata harus sesuai dengan Kamis Bahasa Indonesia (KBI) yang berlaku.

Dari sisi ejaan, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu :
–    Struktur kalimat.
–    Penulisan kata (kata dasar, kata turunan, kata ulang, kata majemuk, kata ganti, kata depan, partikel, singkatan, kata serapan, angka, dan lambang bilangan).
–    Diksi.
–    Pemakaian huruf (capital, miring, diftong, dan gabungan konsonan).
–    Pengistilahan.
–    Tanda baca.
–    Pemenggalan kata.
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa pemakaian Bahasa Indonesia yang baku dan benar adalah syarat mutlak dalam   penulisan ilmiah.

Teknik Menulis Ilmiah
Bahasa Indonesia dalam tulisan ilmiah mempunyai fungsi yang sangat penting, karena bahasa merupakan media pengungkap gagasan penulis. Bahasa yang digunakan dalam tulisan ilmiah adalah bahasa Indonesia ilmiah.
Bahasa Indonesia yang digunakan didalam tulisan ilmiah ternyata tidak selalu baku dan benar, banyak kesalahan sering muncul dalam tulisan ilmiah.

Bahasa Tulis Ilmiah
Bahasa tulis ilmiah merupakan perpaduan ragam bahasa tulis
dan ragam bahasa ilmiah.

Ciri Ragam Bahasa Tulis :
(1) Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat,
(2) Pembentukan kata dilakukan secara sempurna,
(3) Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap, dan
(4) Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu.

Ciri Ragam Bahasa Ilmiah :
CENDEKIA, LUGAS, JELAS, FORMAL, OBYEKTIF, KONSISTEN,
BERTOLAK DARI GAGASAN, SERTA RINGKAS DAN PADAT.

Teknik Menulis Ilmiah
Formal
Bahasa yang digunakan dalam komunikasi ilmiah bersifat
formal. Tingkat keformalan bahasa dalam tulisan ilmiah dapat
dilihat pada lapis kosa kata, bentukan kata, dan kalimat.

Kata Formal : wanita, daripada, hanya, membuat, dipikiran, bagaimana, matahari
Kata Non-formal : Wanita, Ketimbang, Cuma, Bikin, Dipikirin, Gimana, Mentari

Kata Ilmiah Teknis : Modern, Alibi, Argumen, Informasi, Sinopsis, Urine
Kata Ilmiah Populer : Maju, Alasan, Bukti, Keterangan, Ringkasan, Air kencing

Bentukan Kata bernada

Formal : Menulis, Mendengarkan, Mencuci, Bagaimana, Mendapat, Tertabrak, Pengesahan
Non-formal : Nulis, Dengarkan, Nyuci, Gimana, Dapat, Ketabrak, Legalisir

Kalimat formal dalam tulisan ilmiah dicirikan oleh:
(1) kelengkapan unsur wajib (subyek dan predikat)
(2) ketepatan penggunaan ata fungsi atau kata tugas
(3) kebernalaran isi
(4) tampilan esei formal.
Sebuah kalimat dalam tulisan ilmiah setidak-tidaknya memiliki subyek dan predikat.

Teknik Menulis Ilmiah
Obyektif
Sifat obyektif tidak cukup dengan hanya menempatkan gagasan sebagai pangkal tolak, tetapi juga diwujudkan dalam penggunaan kata.
Contoh:
Daun tanaman kedelai yang mengalami khlorosis kiranya disebabkan oleh kekurangan unsur nitrogen.
Teknik Menulis Ilmiah
Konsisten
Unsur bahasa, tanda baca, dan istilah, sekali digunakan
sesuai dengan kaidah maka untuk selanjutnya digunakan secara
konsisten.
Contoh:
Untuk mengatasi bahaya kelaparan pada musim kemarau 2001, masyarakat dihimbau untuk menghemat penggunaan beras dengan sistem diversifikasi pangan dan menggalakan kembali
lumbung desa.

Bertolak dari Gagasan
Bahasa ilmiah digunakan dengan orientasi gagasan. Pilihan kalimat yang lebih cocok adalah kalimat pasif, sehingga kalimat aktif dengan penulis sebagai pelaku perlu dihindari.
Contoh:
Penulis menyimpulkan bahwa hifa cendawan pembentuk mikoriza yang berasosiasi dengan akar tanaman mampu membantu tanaman untuk menyerap unsur hara fosfor dan nitrogen.

Kesalahan Umum Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Tulisan Ilmiah
Kesalahan pemakaian bahasa Indonesia dalam tulisan ilmiah pada umumnya berkaitan dengan:
(1) kesalahan penalaran,
(2) kerancuan
(3) pemborosan
(4) ketidaklengkapan kalimat,
(5) kesalahan kalimat pasif
(6) kesalahan ejaan, dan
(7) kesalahan pengembangan paragraf.

Kesalahan Penalaran
Kesalahan penalaran yang umum terjadi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kesalahan penalaran intra-kalimat dan antar-kalimat.
Contoh:
Kegiatan penelitian di bidang ilmu hortikultur akan meningkatkan kesadaran mahasiswa akan
pentingnya persatuan dan kesatuan.

Kerancuan
Kerancuan terjadi karena penerapan dua kaidah atau lebih. Kerancuan dapat dipilah atas kerancuan bentukan kata dan kerancuan kalimat.
Contoh:
Memperlihatkan dari melihatkan dan memperlihat Memperdengarkan dari mendengarkan dan memperdengar Memperdebatkan dari memperdebat dan mendebatkan Memperjadikan dari menjadikan dan memperjadi Memperlebarkan dari melebarkan dan memperlebar Mempertinggikan dari mempertinggi dan meninggikan dan lain sebagainya dari dan lain-lain serta dan sebagainya

Pemborosan
Pemborosan terjadi apabila terdapat unsur yang tidak berguna dalam penggunaan bahasa.
Contoh:
Parameter percobaan yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian yang terdapat dalam penelitian yang dilakukan terdiri dari dua parameter, yaitu parameter utama dan parameter penunjang.

Ketidaklengkapan Kalimat
Sebuah kalimat dikatakan lengkap apabila setidak-tidaknya mempunyai pokok (subyek) dan penjelas (predikat).
Contoh:
Penelitian yang dilakukan menghasilkan teknologi baru tentang sistem pertanian organik.

Kesalahan Kalimat Pasif
Kesalahan pembentukan kalimat pasif yang sering dilakukan oleh penulis karya tulis ilmiah adalah kesalahan pembentukan kalimat pasif yang berasal dari kalimat aktif intransitif.
Contoh:
Berbagai kesalahan departemen teknis dalam kuartal pertama tahun 2001 berhasil diungkap melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan.
Pertanyaan yang dapat diajukan adalah siapa yang berhasil ? Benarkah yang berhasil adalah berbagai kesalahan departemen teknis ?

Kesalahan Ejaan
Bahasa Indonesia telah mempunyai kaidah penulisan (ejaan) yang telah dibakukan, yaitu Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan atau lebih dikenal dengan istilah EYD.

Pemisahan kata yang tidak dapat berdiri sendiri :
Salah : Pasca Sarjana, Pasca Panen, Usaha Tani,
Benar : Pascasarjana, Pascapanen, Usahatani

Gabungan kata yang mungkin menimbulkan salah
penafsiran :
Salah Penafsiran : Alat pandang dengar, Bersama anak isteri, Buku sejarah baru
Benar : Alat pandang-dengar, Bersama anak-isteri, Buku sejarah-baru

Kata jadian berimbuhan gabung depan dan belakang ditulis serangkai :
Kurang benar : Memberi tahukan, Dilipat gandakan, Dinon-aktifkan
Benar : Memberitahukan, Dilipatgandakan, Dinonaktifkan

Teknik Menulis Ilmiah
Penggunaan huruf kapital pada huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa; berbeda dengan pada huruf pertama yang menunjuk tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah
Kurang benar : Bangsa Indonesia, Suku Madura
Benar : bangsa Indonesia, suku Madura

Bedakan dengan :
hari Kartini — Hari Kartini
hari Raya Idhul Fitri — Hari Raya Idhul Fitri

Kata hubung antar kalimat
Kurang benar : Oleh sebab itu kami…, Namun hal itu…, Untuk itu saudara…
Benar : Oleh sebab itu, kami ……… , Namun, hal itu ……….. , Untuk itu, saudara ……..

Penulisan lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu kata atau dua kata
Kurang benar : Menonton 3 kali, Tigaratus ekor ayam, ½ bagian keuntungan
Benar : Menonton tiga kali, 300 ekor ayam, Setengah bagian keuntungan

Penulisan lambang bilangan dan singkatan pada
awal kalimat
Kurang benar : 15 orang berhasil, 250 orang tamu
Benar : Limabelas orang berhasil, Duaratus limapuluh orang tamu

Penulisan unsur serapan
Bahasa asli : Analisis, Chromosome, Technique, Quality
Kurang benar : Analisa, Khromosom, Tehnik, Kwalitas
Benar : Analisis, Kromosom, Teknik, Kualitas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: