TUGAS AKHIR BAHASA INDONESIA 2#

TUGAS AKHIR BAHASA INDONESIA 2#

Membuat Ringkasan Materi dari Berbagai Sumber Buku.

PENALARAN

Dalam Pembahasan Buku Argumentasi dan Narasi Dr. Gorys Keraf Menerangkan bahwa Penalaran (reasoning, jalan pikiran) adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang diketahui menuju kepada suatu kesimpulan. Penalaran bukan saja dapat dilakukan dengan mempergunakan fakta-fakta yang masih berbentuk polos, tetapi dapat juga dilakukan dengan mempergunakan fakta-fakta yang telah dirumuskan dalam kalimat-kalimat yang berbentuk pendapat atau kesimpulan.

Pada dasarnya penalaran dapat dibagi menjadi dua yaitu :

1. Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut induksi. Atau secara singkat dapat kita katakan sebagai penarikan kesimpulan dari sesuatu yang sifatnya khusus menjadi yang sifatnya umum.

2. Penalaran deduktif adalah penarikan kesimpulan berdasarkan premis-premis atau pernyataan dasar dari satu atau beberapa pernyataan. Artinya, apa yang dikemukakan di dalam kesimpulan secara tersirat telah ada di dalam pernyataan tersebut. Jadi sebenarnya, kesimpulan-kesimpulan yang dihasilkan adalah pernyataan lain dari pernyataan yang telah ada, yang pada intinya adalah sama (secara logika sama, hanya saja berbeda penulisan).

Argumentasi adalah suatu bentuk keterampilan berbahasa secara efektif yang berusaha untuk memengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka dapat percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara. Dalam Buku ini, Dr. Gorys Keraf menguraikan tentang Argumentasi yaitu bagaimana menyusun penalaran yang logis dan kritis, metode induksi dan deduksi, bagaimana mengadakan penilaian atau penolakan terhadap pendapat orang lain, penyusunan tulisan yang argumentatif, dan juga mengenai persuasi. Menguraikan juga tentang Narasi, yaitu bentuk-bentuk narasi, strukur narasi, struktur perbuatan, makna sebuah narasi dan sudut pandangan. Buku ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, dalam hal Penalaran (proses berfikir) yang kemudian akan digunakan dalam membuat argumentasi dan narasi dalam bentuk tulisan maupun secara lisan yang baik.

Sumber : Keraf, Gorys. 1982. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia.

BERFIKIR DEDUKTIF DAN INDUKTIF

A. Deduktif

Kata deduksi atau deduktif berasal dari kata Latin deducere (de yang berarti ‘dari’, dan kata ducere yang berarti ‘menghantar’, ‘memimpin’). Dengan demikian kata deduksi yang diturunkan dari kata itu berarti ‘menghantar dari sesuatu hal ke sesuatu yang lain’. Deduksi merupakan suatu proses berpikir (penalaran) yang bertolak dari sesuatu proposisi yang sudah ada, menuju kepada suatu proposisi yang sudah ada, menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan. Proses berpikir yang deduktif dapat dibedakan melalui beberapa corak berpikir deduktif, yaitu : – Silogisme kategorial adalah suatu bentuk proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi yang ketiga. – Silogisme hipotetis adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotese. – Silogisme disjungtif atau silogisme alternatif, dinamakan seperti ini karena proposisi mayornya merupakan sebuah proposisi alternatif, yaitu proposisi yang mengadung kemungkinan-kemungkinan atau pilihan-pilihan.. – Entimem, yang berasal dari kata kerja enthymeisthai yang berarti “simpan dalam ingatan”. – Rantai deduksi, merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuang dalam bentuk-bentuk yang informal

B. Induktif

Induksi memiliki pengertian yaitu menurunkan suatu kesimpulan, penulis harus mengumpulkan bahan-bahan atau fakta-fakta terlebih dahulu.

Penalaran Induktif pada dasarnya terdiri dari tiga macam yaitu :

1. Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamata atas sejumlah gejala(data) yang bersifat khusus, serupa,sejenis yang disusun secara logis dan diakhiri dengan kesimpulan yang bersifat umum.

Macam-macam generalisasi :

a. Generalisasi sempurna Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki. Contoh: sensus penduduk

b. Generalisasi tidak sempurna Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.

Contoh: Sebagian Masyarakat Indonesia menyukai transportasi Udara.

Generalisasi juga bisa dibedakan dari segi bentuknya ada 2 (Gorys Keraf, 1994 : 44-45), yaitu :

1. Tanpa Loncatan Induktif Sebuah generalisasi bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan menyakinkan, sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali. Misalnya, untuk menyelidiki bagaimana sifat-sifat orang Indonesia pada umumnya, diperlukan ratusan fenomena untuk menyimpulkannya.

Contoh : Sari suka makan bakso.Louise suka makan bakso. Arisuka makan bakso. Dapat disimpulkan bahwa ketiga anak tersebut sukamakan bakso.

2. Dengan Loncatan Induktif Generalisasi yang bersifat loncatan induktif tetap bertolak dari beberapa fakta, namun fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Fakta-fakta tersebut atau proposisi yang digunakan itu kemudian dianggap sudah mewakili seluruh persoalan yang diajukan.

Contoh : Niko suka bermain gitar. Ria suka bermain piano. Nina suka bermain biola. Dapat disumpulkan bahwa anak-anak komplek Pelita suka bermain alat musik.

Sumber : Keraf, Gorys. 1982. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia

KARANGAN ILMIAH DAN NON ILMIAH

1. KARYA ILMIAH

Dalam Pembahasan Buku “Menulis Karya Ilmiah” Karya Etty Indri diterangkan bahwa Karya ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis dan menyajikan fakta umum serta ditulis menurut metedologi penulisan yang benar. Karya ilmiah ditulis dengan bahasa yang konkret, gaya bahasanya formal, kata-kata teknis dan didukung fakta Karya ilmiah, suatu tulisan yang didalamnya membahas suatu masalah. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyedikan, pengamatan, pengumpulan data yang dapat dari suatu penelitian,baik penelitian lapangan, tes labolatorium ataupun kajian pustaka.

Berikut ini adalah syarat-syarat karya ilmiah :

– Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.

– Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya. – Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.

– Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.

– Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandungdalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.

– Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan). 1. Karya Ilmiah Pendidikan Karya Ilmiah pendidikan digunakan untuk tugas meresume pelajaran, serta persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan,

karya ilmiah terdiri dari :

1. Paper ( Karya Tulis)

2. Pra Skripsi

3. Skripsi

4. Thesis dan,

5. Desrtasi.

 

2. Karya Ilmiah Penelitian

Karya ilmiah penelitian terdiri dari:

1. Makalah seminar

2. Laporan hasil penelitian

3. Jurnal Penelitian

2. KARYA NON ILMIAH

Karya non ilmiah sangat bervariasi topic dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum, ditulis berdasarkan fakta pribadi, umumnya bersifat subyektif, gaya bahasanya bias konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan popular.

Karya non ilmiah bersifat :

1. Emotif : kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.

2. Persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.

3. Deskriptif : pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.

4. Kritik tanpa dukungan bukti.

Macam-macam Karya Non-ilmiah :

a. Cerpen. Suatu bentuk naratif fiktif. Cerita pendek yang cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang.

b. Dongeng. Merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, diakhir cerita biasanya mengandung pesan moral.

c. Roman. Adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau ganjaran yang isinya melukisnya perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing- masing.

d. Novel. Sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya dalam bentuk cerita.

e. Drama. Adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh actor.

Ciri-ciri Karya Non-ilmiah Biasanya Bersifat

1. Non Teknis Konkrit :Informatif, bernada populer, imajinatif,dll

2. Teknis Umum :Informatif,umum, tidak untuk kepentingan pribadi,masalah secara umum,tidak ada ajakan emosional,konkrit,dll.

3. Abstrak normal :Informatif, umum, non teknis,Tidak untuk kepentingan pribadi, populer,dll.

4. Spesifik Historis : spesifik,sumber sejarah, bahasa dan susunan formal,dll.

5. Emotif : sedikit informasi, tidak sistematis,dll

6. Persuasif : cukup informatif, penilaian fakta tidak dengan bukti, bujukan untuk meyakinkan pembaca,dll

7. Deskriptif : Informasi sebagian imajinatif dan subyektif,pendapat pribadi, nampaknya dapat dipercaya.

8. Kritik : Tanpa dukungan bukti :tidak memuat informasi spesifik,

Sumber : Indry, Etty.Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Gramedia

 

METODE ILMIAH

Metode Ilmiah adalah proses kegiatan ilmiah (pengumpulan dan penyusunan bahan tulisan) ini meliputi :

a. Studi kepustakaan Untuk membuat karya ilmiah, langkah awal yang harus dilakukan adalah studi kepustakaan. Namun, sebelum melakukan studi pustaka, kita menentukan topik apa yang kira-kira akan kita teliti. Kita bisa mencari berbagai sumber bacaan dari buku-buku maupun jurnal-jurnal yang ada. Sesudah menemukan berbagai pustaka yang sesuai dengan topik yang akan diteliti, kita mulai merangkum inti tulisan (annotated bibliography) dari tiap kepustakaan. Dalam membuat anotasi pustaka, sebaiknya data-datanya ditulis lengkap : – Nama pengarang, tahun terbit, judul tulisan/buku, nama penerbit, kota penerbit, edisi keberapa. Bila ada kutipan, diambil dari halaman berapa. – (untuk jurnal) nama pengarang, tahun terbit, judul karangan, nama jurnal, nomor, volume, dan nomor halaman harus disebutkan secara lengkap dan benar.

b Perumusan ide/ permasalahan, yang merupakan bagian dari pengantar Perumusan masakah yang baik harus diberi konteks sebelum masalah dipaparkan dan alasan penelitian dikemukakan. Yang dimaksud konteks disini adalah penggambaran latar belakang sampai timbulnya permasalahan. Perumusan permasalahan memuat alasan mengapa penelitian perlu dilakukan, dan biasanya dikemukakan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan.

c. Perumusan hipotesis Hipotesis dirumuskan berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan hasil penelitian yang diharapkan. Menurut (Loeke, Spirduso,dan Silverman, 1987; dalam Rudestam & Newton, 1992), hipotesis yang baik harus : o Bebas dari kedwiartian (arti ganda) o Mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih o Berimplikasi tes empirik

d. Perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik Perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik dibuat dalam proposal/ usulan penelitian. Hal ini berguna untuk mempersiapkan, memperbaiki, menambah, dan mengurangi variabel yang akan dikumpulkan selama penelitian. Sebaiknya perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik dilakukan dengan membuat tabel-tabel. Hal ini akan membantu format pengumpulan data dan pemasukan data ke komputer sebagai data base yang akan diolah lebih lanjut Sumber : Ronny Kountur, Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis; PPM Jakarta. LAPORAN ILMIAH Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993). Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.

1.1. Masalah yang dibahas dalam tulisan ilmiah dapat berupa : a. Hasil penelitian. b. Hasil pengamatn. c. Pengalaman nyata. d. Hasil pemikiran.

1.2. Jenis Laporan Ilmiah.

a. Laporan Lengkap (Monograf). Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh. Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan. Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis. Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai. Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).

b. Artikel Ilmiah. Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap. Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif. Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi- materi yang terdapat dalam laporan lengkap.

c. Laporan Ringkas (Summary Report). Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

1.3. Sistematika Laporan Ilmiah.

a. Judul.

b. Daftar Isi.

c. Prakata.

d. Pendahuluan.

e. Teks Pokok dalam Tubuh Karangan.

f. Pengutipan.

g. Referensi.

h. Catatan Kaki.

i. Tabel,Grafik,Bagan,dan Gambar.

j. Bibliografi.

k. Lampiran.

l. Indeks.

Sumber : Bahasa Indonesia yang Lugas dalam Lapisan Teknis, karangan : E. Zaenal Arifin, penerbit : Akademika Presindo Jakarta

 

RANCANGAN USULAN PENELITIAN

Cara paling mudah untuk menjelaskan metodologi adalah berdasarkan kronologi penelitian. Akan tetapi teknologi belum tentu harus diikuti, terutama bila ada metode yang berhubungan yang harus dijelaskan bersama-sama (Day, 1979). Yang perlu diingat, apapun metodologi penelitian yang kita pakai, harus kita paparkan. Dalam menjelaskan metodologi penelitian, kita harus memperhatikan reliabilitas dan validitas. Reliabilitas adalah kemampuan mengukur untuk mendapatkan hasil-hasil yang konsisten. Sedangkan validitas menunjukkan bahwa ukuran pada dasarnya mengukur apa yang pokok-pokok untuk diukur (Rudestam & Newton, 1992). UNSUR POKOK

RANCANGAN USULAN PENELITIAN

Rancangan usulan penelitian untuk disertasi sekurang-kurangnya memuat unsur-unsur pokok sebagai berikut :

1. Bagian Awal

a. Judul penelitian yang direncanakan akan dilakukan.

b. Identitas penyusun rancangan.

c. Tanggal pengajuan rancangan ke Program Pascasarjana.

• Bagian Utama Bagian utama meliputi :

a. Rasional dari judul yang dipilih.

b. Perumusan masalah, telaah pustaka dan penelitian terdahulu.

c. Tujuan dan kegunaan penelitian. d. Kerangka pemikiran teoritis.

e. Rancangan hipotesis, jika dipakai.

f. Metode penelitian.

g. Hasil yang diharapkan dan masalah yang diantisipasi.

h. Jadwal penelitian.

2. Bagian Akhir

a. Daftar pustaka sementara.

b. Daftar riwayat hidup penyusun rancangan.

ISI RANCANGAN USULAN PENELITIAN

A. Bagian Awal

1. Judul Judul rancangan usulan penelitian diketik dengan huruf kapital. Judul hendaklah cukup ekspresif menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti.

Di bawah judul ditulis kalimat : Rancangan Usulan Penelitian Untuk Disertasi

2. Identitas Penulis Nama : hanya huruf-huruf pertama yang diketik dengan huruf Kapital.

3. Tanggal Pengajuan, ditulis :

• Bagian Utama

1. Perumusan Masalah Dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi, unsur pokok perumusan masalah ini mempunyai peranan lebih penting dari unsur-unsur pokok lain. Didalam perumusan masalah inilah akan terlihat kesiapan akademik penyusunan rancangan usulan penelitian itu.

Unsur pokok perumusan masalah ini sekurang-kurangnya harus memuat hal-hal sebagai berikut :

a. Penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi itu dipandang menarik, penting dan perlu diteliti.

b. Beberapa bukti bahwa masalah tersebut belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan.

c. Letak masalah yang akan diteliti itu dalam konteks permasalahan yang lebih besar. 2. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Dalam fasal tujuan dan kegunaan penelitian ini disebutkan secara spesifik tujuan-tujuan apa yang dirancangkan akan dicapai dalam penelitian itu dan kegunaan apa yang akan diperoleh dari penelitian yang dirancangkan.

3. Kerangka Pemikiran Teoritis Fasal kerangka pemikiran teoritis memuat garis-garis besar pemikiran teoritis, termasuk telaah pustaka yang akan menuntun penyusun dalam membangun teori yang akan disajikan dan diuji dalam rangka penyusunan disertasi.

4. Hipotesis Hipotesis, jika ada, hendaklah dirumuskan dengan tepat dan jelas dalam kalimat berita (kalimat deklaratif) tentang sikap ilmiah yang diambil terdapat masalah yang hendak diteliti.

5. Metode Penelitian Pasal metode penelitian memuat hal-hal sebagai berikut:

a. Pendekatan dan bentuk/cara yang dipakai untuk meneliti.

b. Penjelasan tentang populasi serta rancangan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.

c. Metode pengumpulan data dan alat pengambil data yang akan digunakan.

d. Bahan-bahan yang akan dipakai, kalau ada.

e. Alat-alat perlengkapan yang akan dipakai, kalau ada.

f. Teknik atau model analisis yang akan dipakai.

g. Rancangan aturan-aturan untuk menerima atau menolak hipotesis.

6. Jadwal Penelitian Jadwal penelitian dibuat secara cermat, dengan mempertimbangkan kelayakannya.

Jadwal penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut :

a. Tahap-tahap penelitian yang akan dilakukan. b. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan masing-masing tahap, dinyatakan dalam satuan bulan. c. Rincian kegiatan untuk tahap masing-masing. Bagian Akhir 1. Daftar Pustaka Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan penelitian. Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti disebutkan dibawah ini :

a. Untuk buku :

1. Nama penulis

2. Tahun penerbitan

3. Judul buku

4. Nama penerbit

5. Tempat penerbitan.

 

b. Untuk jurnal :

1. Nama penulis

2. Tahun penerbitan

3. Judul tulisan

4. Nama jurnal

5. Jilid ( dan nomor )

6. Halaman.

c. Untuk sumber pustaka lain dapat digunakan pedoman yang lazim.

d. Cara menulis pustaka dan artikel sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Daftar Riwayat Hidup Daftar riwayat hidup (bio-data, curriculum vitae) penyusun rancangan usulan penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :

a. Nama lengkap dan derajat akademik

b. Tempat dan tanggal lahir

c. Pangkat dan jabatan

d. Riwayat pendidikan tinggi e. Karya ilmiah

f. Pertemuan ilmiah yang dihadiri dan g. Penghargaan ilmiah, bila ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: